INFORMASI COVID-19 KOTA BOGOR

Informasi Covid-19 Kota Bogor

Pandemi virus corona yang bernama Covid-19 dari hari ke hari terus meningkat kasusnya sehingga membuat ketidak nyamanan masyarakat Indonesia. Proses dan model penyebaran yang tak mudah terdeteksi, ini yang menjadikan perhatian kita semua. WHO maupun Pemerintah sendiri telah menyampaikan berbagai himbauan sebagai antisipasi penyebaran virus corona Covid-19 tersebut. Himbauan disampaikan dengan berbagai peraturan dan cara-cara pencegahannya, karena banyaknya faktor penyebab masifnya penularan Covid-19 dari manusia ke manusia yang sering dengan tidak sengaja dilakukan.

Letak geografis Kota Bogor yang berdekatan dengan Provinsi DKI Jakarta, yaitu sekitar 59 km Selatan Jakarta, membuat warga Kota Bogor sangat rentan tertular virus Corona. Selain itu Kota Bogor juga berbatasan dengan Kota Depok, Bekasi, Sukabumi, Tangerang dan lainnya. Sehingga, perlu penanganan dan antisipasi lebih untuk menjaga warga Kota Bogor dari penyebaran virus corona ini.

Berdasarkan data dari Pemkot Bogor, hingga saat ini pasien positif virus corona telah mencapai angka 50 lebih pasien, Hal ini kemungkinan terjadi yang tertular corona karena berinteraksi ke/dari Jakarta dan sekitarnya. Data sampai dengan tanggal 16 April 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif corona berjumlah 58 orang, ada 129 pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor. Dari 129 kasus ini, 28 orang telah selesai ditangani dan 77 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Terdapat 24 pasien PDP telah meninggal dunia. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Bogor ada 951, rinciannya, sebanyak 573 kasus telah selesai ditangani dan 378 orang masih dalam pemantauan.

Persebaran kasus Covid-19 di Kota Bogor hampir merata di setiap wilayah. Kasus terbanyak adalah orang dalam pemantauan atau ODP sebanyak 951 orang yang tersebar di enam wilayah kecamatan. Namun, jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 justru berada di wilayah Kecamatan Bogor Utara dengan total tiga orang.

Oleh karena kasus yang terdampak virus korona di Kota Bogor ini meningkat setiap harinya dan persebarannya semakin meluas, kami dari civitas akademika Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Pakuan berkontribusi untuk membuat peta persebaran kasus virus corona di Kota Bogor berdasarkan data dari Pemerintah Kota Bogor

Informasi Covid-19 Kota Bogor ini merupakan kumpulan peta-peta tematik terkait Covid-19 di Kota Bogor. Peta-peta tematik Covid-19 tersebut dibuat berkaitan dengan kegiatan penelitian di lingkungan Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Pakuan. Oleh karena itu peta-peta tematik tersebut hanya dapat digunakan untuk keperluan penelitian.

Peta-peta tersebut dibuat agar mahasiswa yang mengambil penelitian mengenai Pemanfaatan Web Untuk Pemetaan dapat memahami bagaimana peta berbasis web atau webGIS dibuat. Data yang digunakan adalah data Pemerintah Kota Bogor tanggal 18 April 2020 di http://covid19.kotabogor.go.id/. Masyarakat jika ingin mengetahui sebaran Covid-19 di Kota Bogor dapat mengakses situs ini.

Keterangan

Situs atau web ini merupakan aplikasi dari hasil pembuatan Web GIS (Geographic Information System). Web GIS merupakan aplikasi GIS atau pemetaan digital yang memanfaatkan jaringan internet sebagai media komunikasi yang berfungsi mendistribusikan, mempublikasikan, mengintegrasikan, mengkomunikasikan dan menyediakan informasi dalam bentuk teks, peta dijital serta menjalankan fungsi–fungsi analisis dan query yang terkait dengan GIS melalui jaringan internet (Prahasta, 2007).

Tujuan pembuatan situs ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat persebaran kasus virus corona di Kota Bogor. Situs ini dibuat oleh civitas akademik Program Studi Teknik Geodesi Universitas Pakuan, dalam rangka memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah. Semoga situs ini dapat memberikan informasi kasus persebaran virus Covid19 di Kota Bogor, sehingga kita dapat lebih hati-hati dan waspada dalam berpergian dan berkegiatan di wilayah Kota Bogor. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan, agar persebaran virus ini dapat segera berakhir serta keadaan kembali pulih dan membaik.